Lampung Selatan – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan menerima kunjungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit bersama Balai Karantina Kesehatan Kelas I Panjang pada Selasa, 8 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan dalam menghadapi potensi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi dan penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi risiko kesehatan masyarakat akibat paparan abu vulkanik. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait diperlukan untuk memastikan langkah perlindungan kesehatan dapat dilakukan secara terpadu.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pemantauan terhadap kondisi serta kesiapan pelayanan kesehatan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Pemantauan juga menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas dan tenaga kesehatan siap memberikan respons apabila terjadi peningkatan risiko kesehatan akibat dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Selain pemantauan, kegiatan menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Kementerian Kesehatan RI, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Panjang, serta unsur terkait lainnya. Penguatan koordinasi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan respons kesehatan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dampak abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai risiko terhadap kesehatan masyarakat sehingga kesiapsiagaan pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Melalui koordinasi yang baik, langkah pencegahan, perlindungan, serta penanganan kesehatan dapat dipersiapkan secara lebih optimal.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan bersama lintas sektor terus berkomitmen untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan perlindungan kesehatan masyarakat dalam menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan kunjungan dan koordinasi berlangsung dengan tertib dan lancar. Hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi bahan penguatan kesiapsiagaan sektor kesehatan serta mendukung respons yang cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat dari potensi dampak kesehatan akibat erupsi dan sebaran abu vulkanik.
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, 2026
